Category Archives: Pendidikan

PERUBAHAN, HASIL, dan TINDAKAN

Ada 2 orang yang bekerja di perusahaan yang sama, katakanlah si A dan si B. Si A adalah pekerja keras. Baginya bekerja bukan sekedar pergi ke kantor dan menyelesaikan pekerjaan rutin. Namun, bekerja adalah belajar, dari ilmu-ilmu baru yang didapat, pengalaman, berbagi cerita dengan rekan-rekan kerja serta klien yang ditemui, dan sebagainya.

Berbeda dari si A, si B adalah seorang pemalas yang sekedar mengerjakan apa yang diperintahkan, itu pun dikerjakannya dengan santai. Dia tidak pernah berusaha mengembangkan diri atau bersikap proaktif dalam pekerjaan. Walhasil, pada saat penilaian prestasi, si A mendapat nilai yang tinggi dan kenaikan gaji yang sangat signifikan. Sebaliknya si B tidak mendapat kenaikan gaji sama sekali, malahan mendapat surat peringatan karena dalam bekerja dia sering tidak memenuhi tenggat waktu yang ditetapkan.

Dari cerita di atas dapat kita lihat bahwa hasil yang kita dapat tergantung dari tindakan kita, seperti kisah si A dan si B. Si A mendapatkan kenaikan gaji karena kerajinanya, sedangkan si B mendapat surat peringatan karena kemalasannya. Repotnya, banyak orang (atau bahkan semua orang) menginginkan hasil yang positif (kenaikan gaji, rumah besar, karier yang meningkat pesat, mobil bagus, lebih disukai orang, lebih dihormati orang, lebih dikagumi orang) tanpa suatu usaha yang sejalan dengan keinginannya. Banyak orang yang menginginkan hasil X tanpa mengubah perilaku dan tindakan yang masih saja Y.

Katakanlah seorang berencana dan bermimpi memiliki rumah senilai 80 juta rupiah dalam waktu 5 tahun. Dengan hitungan kasar, dalam setahun, orang itu membutuhkan dana sebesar 16 juta rupiah, yang berarti setiap bulannya dia membutuhkan kurang lebih 1,3 juta rupiah. Nah sekarang jika penghasilan orang tersebut adalah 2,2 juta rupiah dan setiap bulan dia harus mengeluarkan kurang lebih 1,7 juta rupiah untuk berbagai macam biaya: listrik, telepon, transportasi, makanan sehari-hari, dan sebagainya, sehingga sisa dana tiap bulannya hanya sebesar 500 ribu rupiah, orang tersebut jelas tidak dapat mencapai 80 juta rupiah dalam waktu 5 tahun.

Dengan uang 500 ribu rupiah sebulan, waktu yang dibutuhkan orang tersebut untuk mengumpulkan uang sebesar 80 juta rupiah adalah 30 tahun. Jika orang tersebut ingin mengumpulkan 80 juta rupiah dalam waktu 5 tahun,dia harus menyisihkan 1,3 juta rupiah setiap bulannya. Jelas orang ini harus mengubah tindakannya. Karena jika dia ingin memperoleh hasil yang berbeda, dia harus mengubah tindakannya. Kalau dia tetap melakukan hal yang sama seperti dulu, dia tidak akan mungkin bisa memperoleh hasil yang berbeda.

“If you take the same ACTION everyday, you will alyways get the same RESULT. If you want a different result, then you must CHANGE YOUR ACTION!”

Jadi, jika anda menginginkan suatu hasil yang berbeda, Anda harus mengubah tindakan Anda. Ubahlah segala sesuatu yang dapat Anda ubah ke arah positif untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

*diambil dari buku :”Positive Business Idea” – James Gwee

64 Bong Chandra’s Wisdom

Bong Chandra Adalah salah satu motivator yang fenomenal, karena usianya yang sangat muda, dia sudah dapat berkarya dengan sangat luar biasa, ada beberapa kata2 mutiara yang disampaikannya lewat beberapa buku best seller yang dia buat yaitu dari buku “Unlimited Wealth” dan “Science of Luck”.

Bong Chandra mendapat penghargaan sebagai “Motivator Termuda Se-Asia ” Saat Ia berusia 23 tahun pada tahun 2010. Ia memulai karyanya pada usia 18 tahun dan menjadi motivator sambil kuliah. Dan kini ia telah berhasil mendirikan beberapa Bisnisnya yang terkenal yaitu Free Car Wash dan Trinity Property, dan Ini adalah beberapa kata-kata inspirasional yang sangat bermakna yang bisa anda pelajari:

  1. Bila kita disukai banyak orang, kita adalah seorang pemimpin. Bila kita disukai dan dibenci banyak orangg, kita adalah seorang pemimpin besar.
  2. Menabung pangkal miskin, investasi pangkal kaya. Karena bunga bank tidak akan pernah mengalahkan inflasi.
  3. Tdk ada wkt yg sempurna utk memulai sesuatu, wkt yg paling mendekati sempurna adl skrg!
  4. Karakter memang tdk dpt diubah, tetapi dpt diperbaiki.
  5. Dunia menawarkan kenikmatan sementara: drugs, free life, dll. Jgn biarkan dunia mengalahkan Anda, kalahkanlah dunia!
  6. Lakukan hal yg anda cintai & jadilah yg terbaik dibidang tsb, maka uang akan dtg dgn sendirinya.
  7. Letih setelah bekerja adl struk belanja dr harga yg telah Anda byr. Kumpulkan struk belanja sbyk2nya & tukarkan dgn mahkota kesuksesan.
  8. Ketika anda tdk diperhitungkan, disaat itulah para kompetitor lengah.
  9. Bila kita mencoba dan terjatuh, terjatuhlah ke depan.
  10. Tidak ada mimpi yg terlalu tinggi untuk dicapai, yang ada hanya niat yg terlalu rendah untuk melangkah.
  11. Bila anda memang harus kalah, janganlah lebih dari sehari. Rebut kemenangan anda bsk!
  12. “Saya sudah tahu” adalah penghalang terbesar untuk belajar
  13. Kreatifitas seringkali muncul justru disaat kita tdk memiliki byk pilihan.
  14. Ketika anda memutuskan utk menyerah, disaat itulah sesungguhnya anda ‘hampir sampai’.
  15. Barang siapa merendahkan hati utk bertanya & membuka telinga, adl seorang pembelajar sejati.
  16. Disaat seseorang marah, disaat itulah ia sangat lemah. Kalahkan duniamu dgn kesabaran.
  17. Tanpa antusiasme kita seperti ‘MATI’ sblm kematian.
  18. Org gagal selalu mencari masalah dr setiap solusi, org sukses selalu mencari solusi dr setiap masalah.
  19. Saat anda diam dan tdk melakukan apapun, org lain akan mengambil jatah anda.
  20. Cara terbaik meredam rasa takut saat berhadapan dgn seseorang adl dgn menyadari bhw ia juga punya perasaan yg sama.
  21. Org yg ‘sakit’ cenderung menyakiti org lain. #sakithati
  22. Salah satu hobi yg tdk sy sarankan adl ‘Mencari Alasan’
  23. Satu2nya yg anda hrs korbankan utk bisa berada di puncak adl masa lalu Anda.
  24. Tdk ada hal yg terlalu sulit utk dikerjakan, kita hny blm tahu caranya.
  25. Bisnis adl sesuatu yg bisa diukur, bila tdk, maka itu bukanlah bisnis.
  26. Karena hny sesuatu yg bisa diukur, yg bisa ditingkatkan.
  27. Hidup bukanlah pilihan (pasif), hidup itu harus memilih (aktif).
  28. Apa beda pintar & cerdas? Pintar = menang di atas kertas. Cerdas = menang di lapangan.
  29. Lakukanlah walaupun anda tdk ingin ‘melakukannya’, itulah sebuah pertumbuhan.
  30. Menyesal sama seperti mengejar bayangan kita sendiri, semakin dikejar, semakin jauh dari jalan keluar
  31. Jangan batasi impianmu dgn pendapat orang lain.
  32. Ketika keadaan tdk mendukung sy, sy akan tetap mendukung diri sy sendiri.
  33. Ejekan adl sarapan sy, penolakan adl mkn siang sy, kritikan adl mkn malam sy. Itulah yg membuat sy lbh tegar dan kuat.
  34. Kesuksesan akan berpihak kpd org2 yg selalu berkata “Sedikit lagi..!”
  35. Kreatifitas bukanlah menemukan hal baru, melainkan memoles hal2 yg kusam menjadi seperti baru.
  36. Kreatifitas akan muncul dgn melatih diri kita utk melakukan hal2 yg bersifat spontan.
  37. Menyalahkan org lain akan memberikan anda kemenangan sementara, tetapi berani bertanggung jwb akan memberikan anda kemenangan yg kekal
  38. Perkataan org lain terhadap Anda akan menjadi kenyataan, hanya bila anda mengizinkannya.
  39. Membenci seseorang tdk akan pernah merugikan pihak yg ‘dibenci’, dan tdk menguntungkan pihak yg ‘membenci’
  40. Mungkin aneh utk didengar, bhw sebagian besar manusia takut utk sukses, mrk takut utk bekerja keras, mrk takut utk membyr hrgnya.
  41. Sakit yg kita rasakan saat gagal disebabkan krn Tuhan mencabut akar tanaman kita dari Pot kecil & memindahkannya ke Pot yg lbh besar.
  42. Talenta seseorang menentukan seberapa cepat ia sukses, karakter seseorang menentukan berapa lama ia dapat sukses.
  43. Tdk ada yg spesial dr seorang Maestro, mrk hny melakukan setiap hal seakan2 itu adl hari terakhir hidupnya.
  44. Hampir tdk ada hal besar di balik hal2 yg mudah, berbahagialah org yg sedang berada di masa2 sulit, krn imbalan besar menantinya.
  45. Salah satu penyebab gagalnya seseorang adl krn masih adanya pilihan utk mundur.
  46. Salah satu penyebab gagalnya seseorang adl krn masih adanya pilihan utk mundur.
  47. Kritikan, ejekan, & cacian adl 3 buah mendali yg pasti akan kita dptkan ketika kita sedang berada di puncak sukses.
  48. Jadi selama 3 mendali tersebut masih ada di dada Anda, itu berarti Anda sedang dan masih berada di puncak itu.
  49. Expect for the Best, Plan for the Worst, and Action whatever it takes!
  50. Berubah sblm wktnya adl hal yg beresiko, tetapi berubah pd saat anda hrs berubah adl sebuah keterlambatan.
  51. Jgn terlalu muluk utk melakukan perubahan besar2an dlm sehari. Cukup lakukan perubahan kecil dan lakukan itu setiap hari.
  52. Disaat org2 sudah tertidur, itulah kesempatan utk melangkah lebih maju. Disaat org2 blm terbangun, itulah kesempatan utk melangkah lebih cpt.
  53. Hal pertama yg harus dilakukan utk membangun bisnis yg besar adl dgn membangun manusia.
  54. Dunia tdk menuntut kepintaran, dunia menuntut perbedaan. Mrk yg bertahan adl mrk yg berani tampil berbeda.
  55. Di dunia ini tdk ada pekerjaan yg kecil, kecuali anda sendiri yg mempersilahkannya.
  56. Taklukan diri Anda sendiri dan Anda akan menaklukan dunia.
  57. Esensi dr sebuah pencapaian adl ‘daya tahan’, mereka bertahan melewati masa2 sulit sampai garis akhir.
  58. Drpd menggunakan kebebasan berpendapat,lbh baik menggunakan kebebasan berkarya. Krn pendapat dpt menguap dlm hitungan detik,tp tdk dgn karya
  59. Sinisme adl sebuah karakter yg timbul dr ketidakmampuan utk melihat org lain berkembang.
  60. Bersukacita saat berada di atas adl sebuah kewajaran, bersukcita saat berada di bwh adl sebuah kedewasaan.
  61. Tdk memiliki impian adl hal yg menyedihkan, tp lbh menyedihkan ketika kt memiliki impian lalu melepaskannya.
  62. Jujur, sampai skrg pun sy masih takut utk ditolak. Tp sy lebih takut tdk melakukan apapun.
  63. Bola memang bundar, tp berdiri bersama 11 pemain di dpn gawang sendiri tdk akan membawa kt pd kemenangan. Yg diperlukan adl sebuah tindakan.
  64. Orang bijaksana adalah orang yg tahu kapan harus menggunakan emosi, kapan harus menggunakan logika.

Menggunakan PID pada Robot Line Follower

Ingin membuat robot yang dapat mengikuti garis? Dengan kecepatan rendah, prosesnya cukup mudah. Jika sensor membaca arah pergerakan ke kiri, arah robot digerakkan ke kanan, demikian sebaliknya. Proses ini memiliki batasan terutama ketika kecepatan dinaikkan. Untuk kasus demikian, umumnya digunakan pengontrol PID. (Gambar: Robot Edukasi)

PID singkatan dari Proportional, Integral, Derivative. Pengendali PID meggunakan perhitungan matematika untuk memproses data dari sensor dan menggunakannya untuk mengendalikan arah dan/atau kecepatan robot. Mengapa PID bisa lebih baik dibanding model sederhana di atas?

Perilaku Robot ketika Mengikuti Garis

Misalnya robot kita memiliki 3 sensor, kiri, tengah dan kanan. Ketika sensor tengah melihat garis, robot diprogram untuk bergerak lurus. Ketika sensor kiri melihat garis, robot diprogram untuk belok ke kanan. Ketika sensor kanan melihat garis, robot diprogram untuk belok ke kiri. Dengan pemrograman demikian, robot akan bergerak “bergelombang” di atas garis, dan jika terlalu cepat, maka akan kehilangan kendali dan berhenti mengikuti garis.

Metoda ini hanya memperhatikan satu perilaku saja, yakni, robot harus selalu berada di tengah garis. Untuk meningkatkan performance, kita harus memperhatikan dua perilaku lainnya – berapa cepat robot bergerak dari satu sisi ke sisi lain dan berapa lama dia tidak berada di tengah garis. Ketiga perilaku ini disebut Proportional, Integral dan Derivative dalam terminologi pengendali PID.

Berikut adalah beberapa definisi dari beberapa terminologi yang digunakan dalam PID:

Target Position – Untuk mengikuti garis, posisi ini adalah tengah garis. Kita akan merepresentasikannya dengan nilai nol.

Measured Position – Seberapa jauh ke kiri atau ke kanan terhadap garis. Nilai ini dapat negatif atau positif untuk merepresentasikan posisi relatif terhadap garis.

Error – Perbedaan antara target position dan measured position.

Proportional – Mengukur berapa jauh robot kita keluar dari garis. Proportional merupakan dasar untuk membaca posisi robot dengan menggunakan sensor. Semakin banyak data, semakin akurat kita dapat mengukur posisi robot di atas garis.

Integral - Mengukur akumulasi error terhadap waktu. Nilai integral naik ketika robot tidak berada di tengah garis. Semakin lama robot tidak berada di tengah garis, semakin tinggi nilai integral.

Derivative - Mengukur seberapa sering robot bergerak dari kiri ke kanan atau dari kanan ke kiri.

Faktor P – Kp, adalah konstanta yang digunakan untuk memperbesar dan memperkecil pengaruh dari Proportional.

Faktor I
 – Ki, adalah konstanta yang digunakan untuk memperbesar dan memperkecil pengaruh dari Integral.

Faktor D – Kd, adalah konstanta yang digunakan untuk memperbesar dan memperkecil pengaruh dari Derivative.

Dengan mengkombinasikan nilai Proportional, Integral dan Derivative, kita dapat mengendalikan pergerakan robot secara lebih presisi, dibanding hanya menggunakan Proportional. Perilaku ideal ditunjukkan oleh garis merah pada gambar di kiri. Pergerakan robot menjadi lebih “halus”, tidak “bergelombang” seperti sebelumnya, dan robot lebih “sering” berada di tengah garis.

Performance keseluruhan penerapan PID bergantung pada jumlah dan tingkat presisi dari sensor dan kemampuan dari mikrokontroler yang digunakan.

Sumber

Dibalik Kebijakan Peningkatan Mutu Pendidikan di Indonesia

Pasca reformasi, pendidikan di Indonesia mengalami perubahan arah yang lebih menonjolkan perspektif ekonomi. Pendidikan dalam perspektif ekonomi dianggap memiliki peran yang sangat penting dan strategis untuk meningkatkan daya saing nasional dan membangun kemandirian bangsa yang menjadi prasyarat mutlak dalam memasuki persaingan antar bangsa di era global. Melalui ketersediaan manusia yang menguasai iptek akan menentukan kemampuan bangsa dalam memasuki kompetensi global dan ekonomi pasar bebas yang menuntut daya saing tinggi.

Kemandirian bangsa yang dimaksudkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional adalah konsep yang dinamis karena mengenali bahwa kondisi yang saling ketergantungan, baik konstelasinya, perimbangannya, maupun nilai-nilai yang mendasari dan mempengaruhinya. Saat ini konstelasi didunia didominasi oleh negaranegara maju (AS dan Uni Eropa), sehingga kondisi perimbangan dan nilai-nilai yang mendasari dan mempengaruhi konstelasi(hubungan -hubungan) tersebut secara otomatis akan didominasi oleh negara-negara maju. Bila demikian, kemandirian Bangsa Indonesia akan bermakna senantiasa memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap negara-negara maju dan tidak akan pernah mampu bersaing apalagi sejajar dengan mereka.

Pendidikan dalam konteks kemanfaatan, mutu pendidikan harus dikaitkan dengan isu relevansi pendidikan. Sehingga system pendidikan dianggap relevan jika memiliki keseimbangan dengan system ekonomi dan ketenagakerjaan. Artinya bahwa lulusan pendidikan memiliki kesesuaian dengan kebutuhan ekonomi akan pekerja sebagai pelaku pembangunan diberbagai sektor. Realitas keunggulan dan daya saing pendidikan Indonesia yang dikaitkan dengan produktivitas tenaga kerja lulusan, berada dalam posisi 12 dari 12 negara di Asia (Poltical and Economic Risk Consultancy/ PERC,2001) . Pemeringkatan Internasional tersebut telah menilai system pendidikan di Indonesia yang kurang relevan dengan kebutuhan pembanguna. Isu PERC mengkaitkan kualitas pendidikan dengan mutu tenaga kerja sebagai salah satu factor ekonomi telah menjadikan pendidikan sebagai sarana untuk mengembangkan kualitas dan produktivitas pekerja.

Untuk selanjutnya pemerintah melakukan perluasan dan pemerataan pendidikan yang bermutu dan relevan dengan kebutuhan masyarakat ditempatkan pada prioritas tertinggi dalam pembangunan pendidikan. Mutu dan relevansi pendidikan tercermin dari kemampuan membentuk kecakapan(competenc ies) lulusan agar dapat menjadi pekerja produktif dengan upah yang lebih tinggi. Kesempatan pendidikan keahlian,ketrampila n dan profesi harus besar dan merata dikaitkan dengan sentra-sentra pengembangan ekonomi industri,pendayagun aan iptek, dan peningkatan kecakapan hidup yang sesuai dengan prinsip belajar sepanjang hayat.

Pendidikan dengan perspektif ekonomi secara nyata beralih fungsi menjadi mesin pencetak tenaga kerja baik pada skala local,nasional, dan Internasional. Pendidikan perspektif ekonomi akan melahirkan SDM-SDM yang berorientasi individualis (untuk eksistensi diri dalam kehidupan),material is(kepuasan menikmati materi) dan liberalis (menganut kebebasan dalam berperilaku, berpendapat, kepemilikan dan berkeyakinan) . Pada akhirnya akan membentuk generasi yang tidak memberi kontribusi positif bagi pembangunan skala bangsa yang menghantarkan kemandirian bangsa di dunia Internsional. Dengan kata lain pendidikan perspektif ekonomi akan membentuk generasi-generasi yang senantiasa mempertahankan ketergantungan bangsa ini terhadap negara-negara maju selama kepentingan individu dan komunitasnya tidak terganggu. Bagaimana mungkin bangsa ini akan mampu bersaing secara berimbang apalagi menduduki posisi yang unggul dengan negara-negara maju.

Sumber

Kembangkan Kreativitas Anak dengan Belajar Membuat Robot

Begitu kita mendengar tentang robot, maka pikiran kita langsung  tertuju pada sebuah mesin atau mainan yang mirip dengan manusia.  Hanya saja pergerakan yang dilakukannya kaku, tanpa bisa dikontrol  dengan baik.

Terobosan baru tengah terjadi di dunia pendidikan kita. Bersamaan  dengan berkembangnya teknologi, ilmu yang memperlajari sistem  robotik (ilmu membuat robot) pun telah merambah ke sekolah-  sekolah yang ada di sekitar kita. Kini, ilmu robotik tak lagi milik  mahasiswa perguruan tinggi. Siapapun bisa membuat robot asalkan  paham dasar-dasar ilmu robotik.

Sama seperti pelajaran yang lain, dalam mempelajari ilmu robotik dibutuhkan teknik pembelajaran yang terbaik agar hasilnya maksimal. Maksudnya adalah memberi kesempatan kepada anak untuk menuangkan apa yang ada di dalam dirinya menjadi sebuah hasil karya.

Robotik sendiri adalah sebuah bidang studi yang erat kaitannya dengan beberapa pelajaran lain seperti matematika, science, dan teknologi. Dengan belajar robotik, kita dapat menerapkan ilmu yang kita pelajari di bidang-bidang pelajaran tersebut.

Robotik memberi kesempatan bagi anak-anak untuk menghubungkan pelajaran yang telah mereka dapatkan menjadi sebuah teknologi yang produktif di masa-masa sekarang dan yang akan datang.

Melalui ilmu robotik, kita akan mengenal robot jauh lebih dalam lagi. Sebuah robot dalam bentuk mindstorm, di dalamnya terdapat otak (brain), perangkat keras (komponen-komponen penyusun robot, baik itu berfungsi sebagai input, output ataupun body) serta perangkat lunak (programming language).

Membuat robot jelas erat kaitannya dengan matematika, science, dan teknologi. Pasalnya, ketika membuat robot, baik itu konstruksi atau pemrogramannya, seseorang tidak akan pernah lepas dari perhitungan matematika dan dasar-dasar pemikiran logika.

Sederhananya, ada beberapa materi dasar yang harus diketahui ketika kita mempelajari ilmu robotik. Pertama, belajar sistem robot, di sesi ini kita akan belajar mengenal robot secara teori. Kedua adalah mengenal komponen-komponen robotik, maksudnya, perangkat-perangkat yang ada di dalam robot kita kenali, baik itu nama ataupun fungsi kerjanya. Selanjutnya sesi konstruksi dan pemrograman. Tahap ini tak kalah penting karena di sinilah robot disetting agar bisa bergerak sesuai keinginan kita. Membuat sensor-sensor pada robot. Pada tahap ini, robot yang telah dirakit dipasang sensor-sensor pengenal yang akan memandu ia bergerak.

Bicara tentang pendidikan anak, mempelajari ilmu robotik jelas akan sangat menguntungkan bagi mereka. Alasannya, dengan belajar ilmu robotik seorang anak dapat meningkatkan kreativitas dan daya imajinasinya yang kemudian dituangkan dalam sebuah karya nyata berbentuk robot. Selain itu, robotik juga melatih anak cara berpikir yang terstruktur dan menyelesaikan sebuah masalah dengan akurat.

Dengan memperkenalkan ilmu robotik kepada seorang anak, itu berarti kita telah berupaya menciptakan generasi penerus yang lebih baik lagi. Bayangkan, jika 10 atau 20 tahun lagi, anak-anak kita ada yang berhasil membuat robot berteknologi tinggi, sebagai orang tua tentu kita akan merasa bangga. Selain membuat harum nama keluarga, ia juga membuat harum nama bangsanya.

Sumber: http://edukasi.nextsys.web.id

Tips Membuat Karya Tulis Ilmiah

Menulis Karya Ilmiah

Sebelum mulai menulis, sadari betul bahwa tujuan penulisan adalah memberi ilmu atau minimal informasi yang diharapkan berguna bagi pembaca. Karena itu, renungkan betul manfaat bagi pembaca kalimat demi kalimat yang kita tuliskan. Kalimat/paragraf yang dimulai dengan rangkaian kata “Sebagaimana kita ketahui bersama…” bisa dipastikan tidak ada manfaatnya bagi pembaca. Buat apa ditulis kalau sudah diketahui bersama. Pada dasarnya tidak ada salahnya mengungkap pengetahuan bersama tersebut, asal disadari betul fungsinya sebagai dasar pengantar alur logika untuk pengumkapan hal-hal yang hendak dikemukakan.

Seberapa Panjang?
Meskipun kadang disebutkan dalam panduan penulisan laporan tugas akhir (skripsi, thesis, desertasi), jumlah halaman hanya lah merupakan petunjuk tentang kedalaman dan keluasan materi yang dikehendaki. Pada umumnya tidak ada ketentuan baku dari jumlah halaman naskah tulisan tugas akhir. Pembatasan jumlah halaman yang kaku hanya masuk akal pada penerbitan berkala tertentu yang memang secara fisik ada pembatasan ukuran. Bisa saja kita menulis tugas akhir 20-40 halaman, namun bila memang banyak yang hendak disampaikan, beberapa ratusan halaman pun tidak masalah. Kuncinya sama, pastikan tiap kalimat berguna bagi pembaca.

Kenali Target Pembaca
Untuk memaksimalkan manfaat tulisan bagi pembaca, kita perlu membuat asumsi tingkat pengetahuan target pembaca tulisan itu. Untuk tugas akhir, cukup aman mengasumsikan target pembacanya adalah sesama mahasis dari jurusan yang sama di seluruh dunia. Kelebihan kita dari pembaca ada pada aktivitas penelitian yang dilakukan. Kita melakukannya, target pembaca tulisa kita melakukan penelitian lain. Selain itu, kita membaca bahan pustaka pada bidang kajian tugas yang bersangkutan lebih banyak dari sidang pebaca naskah tugas akhir yang kita buat.

Bahasa: Aspek Terpenting Karya Tulis
Sambil praktek menulis, kita bisa mengembangkan kemampuan berbahasa yang baik dan benar. Di negeri berbahasa Inggris, para mahasiswa biasa kesana kemari membawa kamus Inggris-Inggris. Sangat boleh jadi, warga negera Indonesia juga memerlukan kamus Indonesia-Indonesia, Sempatkan membelinya. Tidak ada ruginya untuk memiliki Kamus Umum Bahasa Indonesia. Pastikan setiap kalimat yang kita tuliskan mengandung subyek dan predikat secara lengkap. Bila tidak ahli betul, hindari penulisan kalimat kompleks. Jarang ada mahasiswa yang bisa menyelesaikan kalimat yang dimulai dengan kata sambung. Sebagai latihan, coba lengkapi kalimat berikut ini.

“Dengan diberlakukannya undang-undang informasi dan transaksi elektronik……..”

“Apabila angin lesus itu terjadi lagi pada musim penghujan yang datang terlambat tahun ini….. “

Perhatikan betul penggunaan tanda baca. Kita sangat bergantung pada tanda baca sebagai pengganti intonasi pada bahasa percakapan. Tidak ada spasi setelah tanda kurung buka. Tidak ada spasi sebelum tanda kurung tutup, titik, koma, tanda seru, titik dua, titik koma, dan tanda tanya. Sepintas, aturan ini tidak meninbulkan masalah, namun sesekali bila diabaikan kita akan menemukan tanda tanya, seru atau kurung tutup pada awal baris. Janggal bukan?

Jangan takut mengadopsi kata-kata asing secara langsung. Aturan main Bahasa Indonesia yang perlu diingat betul saat mengadopsi kata asing adalah kesesuaian antara tulisan dan bacaan. Kata “computer” dan “memory” bisa langsung digunakan dengan penyesuaian penulisan menjadi “komputer” dan “memori” yang dapat dibaca seperti kata-kata dalam bahasa Indonesia yang lain.

Sistematika Penulisan

Secara umum karya tulis ilmiah terbagi dalam 4 bagian: pendahuluan, pokok, hasil, dan penutup. Pendahuluan memuat hal-hal yang menjadi alasan dilakukannya kegiatan ilmiah yang dilaporkan dalam tulisan tersebut. Pendahuluan memuat studi pustaka yang mengungkap laporan-laporan kegiatan ilmiah terdahulu yang berkaitan dengan topik serupa. Dari uraian studi pustaka diharapkan dapat disusun suatu ungkapan tentang hal menarik yang bakal terungkap apabila dilakukan penelitian lebih lanjut. Ungkapan semacam ini resminya disebut hipotesa. Bagian pokok karya tulis memuat rencana kerja kegiatan penelitian untuk mengungkap kebenaran hipotesa. Untuk mempertanggungjawabkan kegiatan, perlu dituliskan landasan teori yang menghubungkan pernyataan-pernyataan pendukung kebenaran hipotesa dengan hasil-hasil kegiatan penelitian. Pelaksanaan kegiatan ilmiah dilaporkan di bagian hasil dari karya tulis. Segala yang dilakukan, urut-urutannya, peralatannya dan data-data yang dihasilkan disampaikan di bagian ini. Prinsip manfaat tetap berlaku. Artinya tabel-tabel panjang yang membosankan harus diolah dulu sedemikian hingga bisa tampil dalam angka-angka/grafik yang mudah difahami dengan rujukan ke data lengkap yang disertakan sebagai lampiran. Di bagian hasil ini pula data-data tersebut dibahas.

Penutup sering diisi dengan kesimpulan dan saran. Di naskah-naskah laporan tugas akhir yang pernah saya baca, banyak dijumpai bab kesimpulan yang secara kurang tepat diisi dengan ringkasan baik dari bahan bacaan studi pustakan dan landasan teori maupun dari pokok penelitian. Kesimpulan bukan ringkasan. Tuliskan kesimpulan pada bab kesimpulan. Kesimpulan adalah ungkapan yang hanya bisa disampaikan setelah dilakukan suatu kegiatan penelitian. Untuk menguji layak tidaknya suatu uangkapan masuk dalam daftar kesimpulan, andaikan penelitian yang bersangkutan tidak dilakukan. Apabila ungkapan tersebut masih memiliki nilai kebenaran tanpa melihat hasil-hasil penelitian maka bisa dipastikan itu bukan kesimpulan. Kalau isinya bersifat ringkasan, buat saja sub bab ringkasan pada bab penutup. Saran di bab penutup ditujukan pada mereka yang berminat untuk nemeruskan lebih jauh penelitian yang bersangkutan. Saran pada industri atau institusi tempat penelitian lebih cocok ditempatkan pada sub bab kesimpulan.

Proposal
Cara penulisan proposal penelitian tidak berbeda dengan penulisan laporannya kecuali pada bab hasil dan penutup. Untuk proposal, bab hasil diganti dengan bab rencana kerja yang berisi jadwal dan komponen pembiayaan; bab penutup diisi dengan janji-janji keuntungan yang bakal diperoleh apabila penelitian tersebut dilaksanakan. Selain itu, pada proposal belum ada halaman abstract atau intisari.

Intisari
Halaman intisari (terjemahan dari abstract) berisi tiga bagian yang bisa dituangkan dalam satu atau tiga paragraph tergantung pada kemampuan kita mengungkapkan abstraksi dari semua aspek kegiatan penelitian yang bersangkutan. Bagian pertama intisari mencerminkan isi bab pendahuluan, bagian kedua mewakili bab pokok dan bagian ketiga mewakili bab hasil dan penutup. Coba saja mulai dengan membuat ringkasan pendahuluan, pokok dan hasil/penutup tanpa memperhatikan ukurannya. Teliti kalimat demi kalimat, gabung-gabungkan menjadi kalimat-kalimat dalam jumlah yang lebih sedikit. Lakukan terus sampai panjang intisari mencapa ukuran yang kita kehendaki, yakni tidak lebih dari satu halaman.

Karya Perancangan dan/atau Pengembangan

Banyak orang berpendapat bahwa karya perancangan atau pengembangan sistem tidak dapat dilakukan dan dilaporkan sebagaimana karya penelitian ilmiah pada umumnya. Saya tidak setuju. Apabila dilaksanakan sebagai kerja tugas akhir program pendidikan S1, S2, atau S3, kerja perancangan atau pengembangan sistem harus dilaksanakan dan disajikan sebagaimana pelaksanaan dan penyajian penelitian ilmuah pada umumnya.

Yang dirasa sulit pada kegiatan perancangan atau pengembangan sistem ada pada pengungkapan hipotesa. Kalau kita simak kembali pada ide bahwa hipotesa merupakan ungkapan hal baru yang cukup menarik ditelaah kebenararannya makan kita bisa memperkirakan hal baru apa yang muncul dari hasil rancangan atau pengembangan sistem tersebut.

Sumber

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.