Cyber Bullying: Amanda Todd

Siapakah Amanda Todd yang akhir-akhir ini menjadi topik yang trend di masyarakat? Amanda Todd, gadis malang 16 tahun asal Kanada yang ditemukan tewas bunuh diri di rumahnya 10 Oktober yang lalu, setelah bertahun-tahun tersiksa oleh apa yang dinamakan cyber-bullying melalui media sosial.

Sebelum meninggal, pada 7 September, Amanda menaikkan video ke YouTube. Video yang diberi judul “My Story: Struggling, bullying, suicide and self harm”, yang mana menggunakan kertas bertuliskan tangannya sendiri menceritakan keadaan dan pengalaman dirinya dianiaya secara online.

Dalam video tersebut, Amanda menceritakan kisahnya, kesalahan yang dibuatnya tiga tahun yang lalu, kesalahan yang tidak bisa diperbaiki hingga akhir hayatnya.

Waktu itu dia menggunakan aplikasi video chat untuk bersosialisi dan bertemu teman baru di dunia maya, di mana dia mendapat pujian atas kecantikannya. Seorang yang tidak dikenal berhasil “merayu” dirinya untuk memperlihatkan payudaranya ke kamera. Orang tersebut yang kemudian memerasnya dengan ancaman akan menyebarkan foto telanjang dada tersebut kepada teman-temannya, kecuali Amanda memberikan “pertunjukan”.

Namun demikian, foto tersebut tidak pernah bisa ditarik kembali karena sudah menyebar di internet. Hal tersebut menyebabkannya stres berat. Amanda sekeluarga pindah ke kota lain, namun Amanda mulai mengkonsumsi obat-obatan dan alkohol. Stres dan kegelisahannya semakin parah, menyebabkannya tidak bisa keluar rumah.

Setahun kemudian, orang tersebut muncul kembali, membuat akun Facebook menggunakan foto telanjang dada Amanda. Kembali tersiksa, Amanda harus pindah sekolah untuk kedua kalinya.

Ketika keadaan mulai membaik, dia kembali chatting, dan “bertemu” dengan seorang yang disebut sebagai “orang tua” yang ternyata menyukai dirinya. Teman tersebut mengajak Amanda ke rumahnya, di mana mereka bercinta, sementara pacar pria tersebut sedang berlibur. Seminggu kemudian, pacar pria beserta beberapa orang lainnya mencegat Amanda di sekolah, memaki-maki dan memukulnya sampai tergeletak di tanah.

Menyusul insiden tersebut, Amanda mencoba bunuh diri dengan meminum cairan pemutih pakaian, tapi selamat setelah dilarikan ke rumah sakit dan dipompa perutnya.

Setelah pulang ke rumah, sekalipun telah mencoba bunuh diri, cemooh dan pesan-pesan makian tetap mengalir melalui Facebook. Sekali lagi, keluarganya harus pindah ke kota lain, namun Amanda tidak bisa lari dari masa lalunya. Enam bulan kemudian, pesan-pesan makian masih dipost ke Facebook.

Stres Amanda semakin parah. Walaupun menjalani pengobatan dan konseling, Amanda over dosis dan harus menginap di rumah sakit selama dua hari.

Hingga akhirnya, pada 10 Oktober pukul enam sore waktu setempat, Amanda Todd ditemukan tewas di rumahnya.

Pada 13 Oktober, “R.I.P Amanda Todd” menjadi trending seluruh dunia di media sosial Twitter. Halaman Facebook untuk mengenang dirinya berhasil meraup 900 ribu lebih “likes”. Video yang diposting di YouTube telah ditonton lebih dari 3 juta orang.

Walaupun demikian, di antara banyak pesan-pesan positif, sekalipun Amanda Todd sudah meninggal, masih ada juga yang memberikan komentar yang bersifat makian dan penghinaan kepada dirinya.

Apa yang harus kita lakukan untuk menjadikan dunia ini menjadi baik? Apakah dampak kemajuan teknologi membawa kebaikan atau keburukan?

Posted on November 9, 2012, in Informasi and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: